Sebuah Usaha Untuk Sebuah Ketetapan
Halo semuanyaaa!
Saya kembali lagi dengan tugas yang diberikan Umi Desy kepada saya. Kemarin saya mendapatkan tugas untuk menonton dua video yang bersumber dari luar, dan setelah menonton videonya, saya diminta untuk menjelaskan kembali di halaman blog ini. Yuk disimak!
Pada video pertama yang berjudul "Device That Keep A Donor Heart Beating" menampilkan seorang dokter bedah yang sedang memegang hati manusia dan meletakkannya di atas sebuah mesin. Hebatnya, alat tersebut berhasil membuat jantung manusia tetap bekerja sebagaimana mestinya, mesin tersebut membuat jantungnya terus berdetak! Padahal jantung tersebut terpisah dari otak. Loh kok bisa? Yuk disimak!
Saya membaca sebuah artikel milik Sandra Suryadana yang mengatakan, selama tidak ada zombie apocalypse atau kondisi lainnya yang membuat mesin tersebut mati, jantung tersebut akan tetap hidup dan berdetak sampai selamanya. Karena jantung kita memiliki generator listrik sendiri yang bernama SA Node. Selama sel jantung masih hidup, SA node ini bisa distimulasi agar bisa membuat jantung berdetak kembali, bisa dengan dipijat atau dikejut listrik.
Jadi untuk membuat jantung yang sudah berhenti menjadi berdetak kembali kita tinggal memastikan sel jantung tetap hidup, tetap teraliri darah atau dibekukan sementara lalu menstimulasi SA Node ini sampai dia mengeluarkan listrik lagi.
Prinsip alat tersebut sama seperti resusitasi dengan cara memijat jantung seperti yang sering dilakukan seseorang dalam keadaan darurat ketika mencoba menyelamatkan seseorang yang sudah tidak ada denyut nadinya.
Menurut artikel lain yang saya baca, tujuan ahli medis membuat alat tersebut agar para dokter memiliki waktu yang lebih panjang ketika ingin menolong orang yang membutuhkan donor jantung dari orang yang baru meninggal dunia.
Lalu pada video kedua yang berjudul "Testing A Soft Artificial Heart" menunjukan tentang para peneliti di ETH Zurich, Swiss yang telah berhasil menciptakan jantung buatan yang dapat bekerja dan memompa darah nyaris serupa dengan jantung manusia. Jantung buatan yang terbuat dari silikon ini memiliki berat sekitar 390 gram dan memiliki volume 679 sentimeter kubik, dan memiliki bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.
Berdasarkan keterangan video tersebut, kinerja jantung hanya bertahan hingga 3000 ketukan, atau sebanding dengan 30 atau 45 menit kehidupan. Setelah tiruan jantung tersebut melewati 3000 ketukan, bahan silikon tersebut akan rusak karena tidak lagi bisa menahan tekanan.
Dari keterangan yang sudah saya jelaskan di atas, menurut kalian lebih efektif yang mana? Menggunakan mesin tersebut, atau mengganti jantung pasien dengan jantung buatan?
Hmmm, kalau menurut saya lebih efektik menggunakan mesin. Karena teknologi jantung tiruan pada saat itu belum cukup andal untuk membuat pasien tetap hidup sembari menunggu transplantasi jantung sebenarnya. Karena sekali lagi, jantung tiruan tersebut pada saat itu hanya mampu bertahan selama 30 sampai 45 menit. Dan alasan lain saya memilih mesin tersebut karena setidaknya pada masa itu sudah ada kasus transplantasi di Inggris dan Australia yang berhasil berkat memakai sistem mesin tersebut.
Dicatat ya, artikel ini ditulis berdasarkan sumber lama, kesimpulan saya pun dibentuk menyesuaikan masa itu.
Komentar
Posting Komentar